Seminar Nasional "Scholarly Communication: Perspektif Pustakawan dan Peneliti"

25-05-2018

Komunikasi akademik atau scholarly communication dapat didefinisikan sebagai "sebuah sistem di mana penelitian dan tulisan ilmiah lainnya dibuat, dievaluasi untuk kualitas, disebarluaskan ke komunitas ilmiah, disimpan dan dilestarikan untuk digunakan di masa depan". Sistem ini mencakup baik itu sarana komunikasi formal, seperti publikasi dalam jurnal ilmiah/ peer-review, dan saluran informal, seperti listserv elektronik. ”(Association of Research Libraries,“Principles and Strategies for the Reform of Scholarly Communication 1,” 2003).

Dalam konteks perguruan tinggi, scholarly communication adalah sebuah sistem di mana hasil penelitian dan karya ilmiah lainnya, termasuk grey literature dikelola, disebarluaskan ke komunitas ilmiah, disimpan dan dilestarikan untuk digunakan pada masa mendatang, baik melalui sistem formal seperti publikasi dalam jurnal ilmiah, prosiding konferensi, serta sistem yang bersifat informal seperti repositori perguruan tinggi secara open access. Pemustaka menjalankan peran sebagai pencipta sekaligus pembaca dari sebuah karya ilmiah, sedangkan pustakawan berperan sebagai intermediary dalam menyebarkan informasi di perpustakaan maupun melalui repositori institusi untuk komunitas global.

Scholarly communication berkembang  sangat pesat setelah kehadiran internet yang menyediakan cara koneksi yang lebih mudah, murah dan instan. Media sosial menjadi media komunikasi yang sangat memudahkan para peneliti untuk mengkomunikasikan hasil penelitian mereka dan mendapatkan umpan balik yang berharga dari masyarakat ilmiah sebelum dipublikasikan dalam media formal.  Pada sisi yang lain, masalah keterbukaan informasi juga menjadi masalah bagi sebagian peneliti.

Perpustakaan perguruan tinggi banyak berperan dalam scholarly communication dengan menyebarluaskan dan mempublikasikan hasil penelitian para akademisi dan peneliti konten ilmiah yang disediakan bagi komunitas akademis global. Adapun peran pustakawan perguruan tinggi dalam scholarly communication adalah dengan menyediakan layanan penerbitan ilmiah, menyediakan akses repositori, menyediakan layanan konsultasi tentang hak cipta dan open access, serta melakukan penilaian sumber daya ilmiah.

Seminar ini diselenggarakan untuk memberikan pemahaman kepada para pustakawan khususnya pustakawan perguruan tinggi dalam menjalankan perannya dalam scholarly communication beserta peluang dan tantangan yang dihadapi, serta kompetensi yang harus dimiliki. Akan dibahas juga tantangan dan peluang yang dihadapi oleh para peneliti, khususnya dalam meningkatkan kualitas informasi yang dihasilkan serta penyebar-luasan hasil penelitian. 

Isu nasional yang berkembang di Indonesia terkait scholarly communication adalah pustakawan perguruan tinggi di Indonesia selain dapat menggunakan repositori masing-masing perguruan tinggi, tentu juga dapat mengintegrasikan koleksinya ke dalam repositori nasional yang ada di beberapa institusi, yaitu Indonesia One Search di Perpustakaan Nasional, SINTA dan Arjuna di Kemenristekdikti dan RIN di PDII-LIPI dengan platform dan metadata yang berbeda-beda.

Pada seminar ini akan didiskusikan juga wacana terbentuknya Sistem Informasi Ilmiah Nasional pada tataran kerangka konsepnya seperti metadata, taksonomi yang akan digunakan sehingga terjadi pengelompokan bidang ilmu yang ke depannya memungkinkan para peneliti dapat memperoleh umpan balik dari para peer review-nya, dan lain-lain.  

 

Tujuan diselenggarakannya seminar ini adalah:


  1. Memberikan pemahaman tentang scholarly communication beserta isu-isu yang terkait kepada pustakawan, terutama pustakawan Perguruan Tinggi.
  2. Memberikan wawasan kepada pustakawan Perguruan Tinggi tentang tantangan dan peluang terkait scholarly communication dalam konteks sektor pendidikan tinggi.
  3. Memberikan pemahaman kepada pustakawan akan peran-peran yang dapat dijalankan pustakawan Perguruan Tinggi dalam scholarly communication serta kompetensi yang harus dimiliki.
  4. Memberikan pemahaman kepada para peneliti tentang manfaat, tantangan dan peluang  scholarly communication dari perspektif pengelolaan informasi ilmiah.
  5. Mendiskusikan wacana terbentuknya Sistem Informasi Ilmiah Nasional sebagai repositori ilmiah nasional yang akan sangat bermanfaat bagi peneliti, pustakawan, maupun masyarakat ilmiah Indonesia.


Waktu/ Tempat Pelaksanaan
:

Kamis/ 5 Juli 2018 pukul 08:00 - 15:00 WIB
Ruang Konferensi IV Universitas Kristen Petra, Gedung Radius Prawiro lantai 10
Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya


Narasumber:

  1. Dr. Lukman, S.T., M.Hum. (Kepala Sub Direktorat Fasilitasi Jurnal Ilmiah, Kemenristekdikti, anggota Tim Pengembang Portal Science and Technology Index/SINTA)
  2. Dr. Dra. Luki Wijayanti, SIP., M.Hum. (Dosen Prodi Ilmu Perpustakaan Universitas Indonesia)
  3. Ismail Fahmi, Ph.D. (Inisiator Indonesia One Search)
  4. Aditya Nugraha, S.T., M.S. (pustakawan Universitas Kristen Petra, inisiator digital collection Desa Informasi UK Petra).

Target Peserta:

  1. Pustakawan, khususnya pustakawan Perguruan Tinggi
  2. Peneliti/ akademisi
  3. Mahasiswa jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi

Biaya Pendaftaran:

  • Umum: Rp 200.000,-
  • Anggota FPPTI/ IPI/ FKPPTKI: Rp 150.000,-
  • Mahasiswa: Rp 100.000,-

Pembayaran dapat dilakukan melalui transfer bank ke:
CIMB Niaga
No. rekening 702261740100
a.n. Yusuf Wibisono qq Library

(bukti transfer harap dibawa pada waktu registrasi)

Pendaftaran Seminar:
Isi lengkap form pendaftaran, klik: bit.ly/seminar-perpus

Informasi lebih lanjut hubungi:
Yusuf Wibisono
WA: 0822-4440-6323, telp. (031) 2983212
email: library@petra.ac.id