Sebagai bagian dari rangkaian Pameran “Memetik Pucuk Batik”, Perpustakaan UK Petra menyelenggarakan gelar wicara bertema “Pentahelix-Batik: Kolaborasi untuk Masa Depan Batik” pada Kamis, 16 Oktober 2025, pukul 10.00–12.30 WIB, bertempat di Ruang Teater, Perpustakaan Universitas Kristen Petra, Surabaya.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk membuka ruang dialog dan memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pelestarian serta pengembangan batik sebagai warisan budaya Indonesia sekaligus sumber inovasi kontemporer. Mengusung konsep Pentahelix, acara ini menghadirkan lima narasumber dari berbagai bidang yang mewakili unsur akademisi, komunitas, industri kreatif, peneliti, dan media, yaitu Dr. Ir. Lintu Tulistyantoro, M.Ds. sebagai akademisi dan pemerhati batik; Dra. Anik Rakhmawati, M.Pd sebagai perwakilan komunitas pecinta dan pelestari batik; Silvia Ratnani, founder GENARTA Collection, sebagai pelaku industri kreatif inovasi batik; Drs. Gatut Priyowidodo, Ph.D. sebagai akademisi dan peneliti museum batik; serta Dr. Ido Prijana Hadi, M.Si sebagai pakar media dan komunikasi pelestarian batik.
Melalui diskusi ini, para narasumber akan berbagi wawasan dan pengalaman mengenai pentingnya sinergi lintas sektor dalam membangun ekosistem batik yang kreatif, berkelanjutan, dan tetap berakar pada nilai-nilai pelestarian warisan budaya. Selain sesi pemaparan, acara ini juga dilengkapi dengan diskusi interaktif yang memberi kesempatan kepada peserta untuk berpartisipasi aktif, menyampaikan gagasan, berdialog langsung dengan narasumber, serta memperluas jejaring kolaboratif.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Perpustakaan UK Petra dalam menghadirkan ruang berbagi pengetahuan yang kontekstual dan relevan. Perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai pusat literasi dan penyimpanan informasi, tetapi juga sebagai ruang hidup bagi riset, kreativitas, dan kolaborasi lintas disiplin dalam mendukung pengembangan budaya dan inovasi.